Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 04 Desember 2014

pergilah

aku ingin menangis jika mengingatnya
aku terpuruk tiap kali sendiri
karena kau selalu menerobos ke dalam pikiranku
aku benci keadaan aku dalam dua dimensi
aku ingin terjadi tapi aku takut mengalami
aku tau semua sudah menggoncang tubuhku
berusaha menyadarkanku untuk tidak terlalu mengkhawatirkan jalan di depan
yang bisa saja sudah dirapikan
namun jiwa lemah ini terlalu kerdil untuk memahami arah tatapmu
membuat ia merasa teramat istimewa
padahal ianya bukan apa-apa
selalu saja begitu
tampar saja wajahku agar berhenti menoleh padamu
aku muak menerjemahkan bahasa tubuhmu
aku ingin pergi
tanpa kau yang menggelantung di dinding hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar