serpihan sejarah
Wikipedia
Hasil penelusuran
Selasa, 13 Januari 2015
dinding
dinding masih kaku
tegak saja menatap kebencian
kokoh tubuhnya menopang amarah alam
memberontak dalam kepalsuan
diam
retak-retak tipis yang tak tersapu mata
siap menelan engkau
kala gelakmu membahana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar