0 ada di depanmu
mengintip geram
kau yang bersembunyi
0 masih diam saja
lebam hati biar terpenjara
0 kan menyergapmu
menyeringai di antara dua mata
kau yang mengabaikan
0 yang mengungkapkan
dinding masih kaku
tegak saja menatap kebencian
kokoh tubuhnya menopang amarah alam
memberontak dalam kepalsuan
diam
retak-retak tipis yang tak tersapu mata
siap menelan engkau
kala gelakmu membahana